Dengan diluncurkannya ChatGPT dan tool konten berbasis AI lainnya, dua pertanyaan utama yang diajukan blogger adalah:

Apakah kita (sebagai manusia) masih akan dibutuhkan?

Haruskah kita berhenti menulis dan meminta ChatGPT (dan AI sejenisnya) menulis konten untuk kita?

Mungkin kita akan menjadi salah satu orang skeptis yang akan terus berkata “nah, tulisan manusia akan selalu lebih baik karena mesin tidak memiliki perasaan bla bla bla“.

Kenyataannya, ChatGPT bisa menulis konten lebih baik daripada rata-rata manusia.

Jika kita berasumsi bahwa saat ini kita sedang kuliah, kita akan kaget saat mengetahui bahwa ChatGPT bisa menulis tugas esai yang lebih baik daripada rata-rata mahasiswa.

Dari dua sisi, ChatGPT bisa menjadi empatik dan kreatif.

Faktanya, ChatGPT akan merasakan perasaan yang kita rasakan, dan bisa menulis dengan gaya yang kita inginkan.

Namun bukan berarti kita harus berhenti menulis dan mulai menggunakan ChatGPT untuk menulis keseluruhan.

Tapi kita harus memanfaatkan ChatGPT dan tool berbasis AI lainnya untuk semakin produktif.

Karena ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan AI untuk kita para Blogger.

Mari kita mulai dengan apa yang AI tidak bisa lakukan untuk para blogger.

ChatGPT tidak bisa menulis sesuatu yang berasal dari pengalaman dan keahlian seseorang

Belum jelas apakah Google akan menghukum pemilik web karena menggunakan AI untuk pembuatan konten.

Tetapi Google memiliki beberapa dokumentasi yang solid yang memungkinkan kita memahami apa yang pengunjung cari.

BACA JUGA:  10 Tool Optimasi Konten Terbaik di 2023

Misalnya, pedoman ulasan produk mereka menjelaskan bahwa Google berupaya memberi penghargaan pada konten yang didasarkan pada pengalaman langsung atau keahlian (atau keduanya).

Pedoman Peringkat Kualitas Google (PDF) masuk ke standar ini dengan memperkenalkan akronim E-E-A-T yang merupakan singkatan dari pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan.

Kembali ke ChatGPT, mungkin bisa menulis konten yang bagus, tetapi masih mengandalkan pengetahuan orang lain (ribuan dokumen web digunakan sebagai referensinya).

Dengan kata lain, ChatGPT mengubah konten orang lain, tanpa memberikan kontribusi baru.

Apa yang tidak bisa dilakukan oleh AI:

  • Pengalaman langsung kita sendiri
  • Keahlian kita sendiri
  • Kisah, prestasi, dan kegagalan kita sendiri yang lucu atau menyentuh.

Dan itulah yang diinginkan, dibutuhkan, dan terus disukai oleh Google dan pembaca blog kita.

Selain itu, Google mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengerjakan algoritme yang akan digunakan untuk mendeteksi konten non-manusia.

Teruslah menulis konten kita sendiri. Tidak ada yang akan bisa menggantikan kita.

Tapi, bukan berarti AI tidak bisa membuat karier blogging kita lebih mudah, lebih sukses, dan lebih produktif.

Kita harus memanfaatkannya.

Cara menggunakan AI untuk menjadi blogger yang produktif

Faktanya, ada banyak cara AI bisa membantu menjadikan blog kita lebih baik.

Di sini kita hanya akan mencantumkan beberapa di antaranya tetapi jangan ragu untuk bereksperimen dan menemukan cara lainnya:

Menghasilkan text generic

Kita bisa meminta ChatGPT untuk membuat text yang umum digunakan pada blog, misalnya:

  • Hasilkan FAQ tentang topik apa pun
  • Buat definisi tertentu
  • Tulis deskripsi meta
  • Hasilkan deskripsi video YouTube
  • Membuat kesimpulan artikel
  • Tulis kesimpulan artikel yang bagus

Salah satu tool bagus yaitu TextOptimizer, yang memiliki integrasi AI yang solid yang memungkinkan kita menghasilkan konten yang dioptimalkan secara semantik berdasarkan satu pertanyaan.

BACA JUGA:  8 Tool Riset Kata Kunci Terbaik untuk SEO di 2023

Buat struktur konten

Kita bisa meminta ChatGPT untuk:

  • Pecah artikel yang sudah ada menjadi beberapa bagian dan gunakan subjudul H2/H3 untuk menamai setiap bagian
  • Buat garis besar artikel untuk kita gunakan sebagai arahan atau petunjuk saat menulis
  • Kelompokkan daftar kata kunci berdasarkan topik agar kita tahu kata kunci mana yang akan digabungkan dalam satu konten

Ide dan inspirasi

Jika kita bingung saat menulis, dan membutuhkan ide untuk konten selanjutnya, kita bisa memanfaatkan AI untuk menyarankan beberapa ide, misalnya:

  • Tanyakan apa yang harus ditulis
  • Anjurkan untuk menghasilkan pertanyaan untuk wawancara influencer di masa depan
  • Mintalah untuk membuat daftar item yang akan disertakan dalam listicle
  • Berikan listicle dan tanyakan item mana yang perlu disempurnakan
  • Mintalah untuk membuat skrip video atau podcast

Pekerjaan rutin

Kita juga bisa meminta bantuan AI untu:

  • Mintalah untuk menulis email ke blogger lain (sesuai dengan gaya yang diperlukan)
  • Mintalah untuk menulis teks Instagram atau bagi artikel menjadi 20 tweet asli
  • Minta kodenya (Skema)

Masih banyak lagi cara menggunakan ChatGPT.

Semua tentang prompt

Bagus tidaknya konten yang kita buat dengan ChatGPT akan berbandung lurus dengan prompt yang kita masukkan.

AI tidak bisa menebak apa yang kita butuhkan, tidak memahami sarkasme atau ironi, dan akan melakukan apa yang kita minta. Jadi buat prompt dengan sangat detail.

Prompt yang baik harus mencakup:

  • Suara: “Bertindak sebagai SEO profesional” atau orang tertentu atau kita sendiri
  • Suara defaultnya: Ini seperti Wikipedia (sangat netral)
  • Audiens: Beri tahu audiens mana yang kita targetkan
  • Nada, mis. mendidik, santai, lucu
  • Konteks: Untuk apa kita membutuhkannya
  • Instruksi: Berikan poin utama, ringkasan, dll.
  • Format: Minta untuk menggunakan bullet point, gunakan judul, Tweet, clickbait, dll.
BACA JUGA:  7 Plugin SEO WordPress Terbaik untuk Meningkatkan Peringkat Blog

Kesimpulan

Jika kita menulis konten berdasarkan kepribadian unik yang kita miliki (yang biasanya merupakan kombinasi dari pengalaman, humor, dan ketakutan), dan pembaca menyukai kita karena konten ini, ChatGPT tidak akan pernah menggantikan posisi kita.

Namun jika kita seorang blogger dengan konten menyeluruh yang menerbitkan konten bermanfaat, gunakan ChatGPT untuk meningkatkan kualitas konten kita.

Saat ini AI digunakan lebih dari sekadar konten, termasuk dukungan pelanggan (misalnya chatbots dan IVR), identitas merek (nama, logo, dll.), pembuatan video, dan banyak lagi.

Categorized in: